Rabu, 14 Desember 2016

Cara Memilih Agen Properti yang Berkualitas


Menaksir harga yang lebih tinggi dalam menjual properti adalah trik lama yang digunakan para agen real estate. Hal ini dilakukan agar orang yang ingin menjual properti akan terkesan dengan angka yang besar, dan kemudian memilih agen tersebut dibanding kompetitornya yang lain. Namun harga properti yang berlebihan ini akan membuat properti ini berada di pasaran berbulan-bulan, sementara pemilik rumah kehilangan uang.

Praktek yang dikenal sebagai menjual sebuah listing ini hanya satu dari sekian trik yang digunakan para agen real estate yang ingin menarik perhatian kliennya. Para pencari rumah yang cerdas akan bisa mengetahui bagaimana melihat trik marketing ini dan melihat para broker yang benar-benar berniat menjualkan properti mereka.

Tips untuk membantu para penjual rumah dalam memilih agen real estate yang tepat untuk memenuhi kebutuhan mereka dan berhasil membuat properti tersebut terjual.

1. Siapkan Interview

Jangan memperlakukan pertemuan pertama dengan agen properti sebagai pembicaraan yang santai. Perlakukanlah pertemuan tersebut sebagaimana Anda melakukan interview pekerjaan, dengan si agen sebagai pencari posisi nya sementara Anda yang memegang keputusan finalnya. Miliki pertanyaan spesifik yang bisa mencari tahu pengalaman dan sejarah penjualan mereka, serta bagaimana mereka beroperasi. Bicaralah paling tidak dengan tiga orang sebelum Anda membuat keputusan final.

2. Cari Tahu Profil

Sekarang ini, profil online seseorang bisa memberi Anda banyak informasi tentang bagaimana orang tersebut bekerja. Dari website dan akun sosial media mereka, termasuk Facebook dan Twitter, Anda bisa mendapat gambaran bagaimana cara mereka bekerja. Lakukan pencarian cepat akan berita tentang mereka maupun kantor agensinya. Yang paling penting, lihat bagaimana cara mereka memasarkan online dan seefektif apa cara mereka dalam mencari potensial pembeli.

3. Lihat Reputasi

Saat mencari agen real estate yang bisa dipercaya, hal pertama yang harus diperhatikan adalah reputasi mereka, lisensi dan penghargaan lain yang telah dimiliki oleh kantor agensi tersebut. Beberapa kantor agen ternama biasanya mempunyai website perusahaan dimana mereka memuat alamat kantor resmi dan agen-agen berprestasi. Ini dapat Anda jadikan acuan dalam memilih agen terpercaya.

4. Minta Referensi

Baik pembeli maupun penjual seharusnya meminta referensi tertulis para agen dari klien-klien sebelumnya, termasuk kontak mereka. Dengan itu, Anda bisa menghubungi klien lama mereka dan bertanya hal-hal yang penting mengenai agen tersebut seperti: apakah agen tersebut bekerja dengan baik? Apakah cara memasarkan yang mereka gunakan efektif? Berapa lama properti tersebut berada di pasaran? Dan yang paling penting, akankah mereka menggunakan agen yang sama jika ada kesempatan  selanjutnya?

5. Pilih yang Memiliki Keahlian di Pasar Lokal

Mencari agen yang mempunyai pengetahuan banyak adalah kunci karena setiap wilayah mempunyai tantangannya sendiri menyangkut sektor real estate. Agen properti yang ideal harus memiliki catatan yang terbukti untuk menjual properti di area lokal tersebut. Mereka harus mengetahui dengan benar faktor fasilitas yang ada di lokasi tersebut, kondisi lingkungan dan bahkan kebijakan pemerintah yang ada di daerah tersebut akan sangat mempengaruhi penjualan propertinya. Mereka mampu memberikan pengetahuan tentang pasar lokal lebih baik bahkan dari para penghuninya, dan karena ini lah mereka selalu mempunyai keuntungan yang bisa membantu Anda menjual properti Anda.

6. Hindari Menanyakan Soal Harga Jual

Meski banyak orang akan berfokus pada perkiraan harga jual, ada faktor lain yang lebih penting. Kemampuan agen bernegosiasi, adalah kunci untuk mendapatkan deal yang sebaik mungkin, tidak peduli harga awalnya. Pada akhirnya Anda harus mencari agen yang bisa Anda andalkan dan percayakan untuk memikirkan hal yang terbaik bagi Anda dalam proses penjualan ini.

Rumah Bersih dengan Bahan-bahan Alami


Membuat rumah selalu nyaman dan sehat sudah pasti dengan selalu menjaga kebersihannya. Banyak produk pembersih yang menawarkan kepraktisan. Namun terkadang produk-produk tersebut banyak yang mengandung zat kimia berbahaya.

Padahal, kita bisa menjadikan hunian lebih bersih dan segar dengan bahan-bahan alami di sekitar kita. Simak tipsnya!

Ruang keluarga
- Lantai keramik atau marmer yang kusam bisa dibersihkan dan kembali kinclong dengan air perasan lemon atau belimbung wuluh. Kupas belimbing wuluh, lalu gosok-gosokkan pada lantai yang kusam.
- Jika meja kayu Anda ternoda karena si kecil mencoret-coretnya dengan pulpen, spidol atau crayon, coba bersihkan dengan garam. Gosok perlahan dengan garam hingga noda luruh, lalu bersihkan dengan lap bersih yang diberi sedikit air perasan lemon agar meja kayu kembali mengkilap.

Dapur
- Bersihkan seluruh bagian dapur, seperti dinding, lantai, dengan air yang sudah diberi cairan pembersih. Untuk menghilangkan noda membandel seperti noda minyak, saus, kopi dan sebagainya, manfaatkan cuka atau air perasan lemon. Cuka dan air perasan lemon sangat serbaguna. Bisa dimanfaatkan untuk membersihkan bahan keramik, stainless stell, hingga peralatan memasak berbahan kaca dan plastik.
- Lantai dapur seringkali terkena cipratan atau tumpahan minyak yang membuat lantai licin dan ternoda. Taburkan garam halus, tepung maizena, atau bedak tabur yang mampu menyerap minyak. Diamkan beberapa saat, kemudian gosok-gosok dengan lap hingga minyak betul-betul terserap. Bersihkan sisa garam, tepung atau bedak, lalu pel lantai seperti biasa.
- Selain menggunakan lemon dan garam, Anda juga bisa membersihkan noda minyak dengan pasta gigi.
- Bila oven Anda terkena noda makanan,segera taburkan garam di bagian yang terkena noda dalam kondisi oven masih panas. Bila oven sudah dingin, angkat noda yang bertabur garam dengan spons bersih.
- Wadah makanan berbahan plastik yang terkena noda bumbu atau saus tomat memang lebih sulit dibersihkan. Coba angkat kotoran dengan sedikit minyak sayur, lalu cuci dengan sabun seperti biasa.
- Untuk mengusir asap dan bau masakan di dapur, siapkan segelas air yang diberi irisan lemon atau bawang bombay. Air tersebut akan menyerap bau yang memenuhi dapur. Anda juga bisa meletakkan aromaterapi berupa bola kapas yang sudah dicelup minyak esensial dengan wangi vanila, lemon, atau dan sebagainya sesuai favorit Anda.

Kamar Mandi
- Noda dan kerak pada bak kamar mandi, kloset, dan bathtub pasti membuat Anda kesal karena sulit dibersihkan. Untuk membersihkan noda pada keramik, kloset, dan bathtub, Anda dapat menggunakan cuka dan lemon. Kandungan asam sitrat pada lemon sanggup melarutkan noda dan kotoran, lumut, buih sabun, serta kerak.
- Gunakan pula cuka, lemon dan soda kue untuk mengilapkan kaca partisi dan cermin di kamar mandi.

Selasa, 13 Desember 2016

Jurus Mengaplikasikan Batu Alam

Pemasangan batu alam sebagai salah satu elemen rumah memang memberikan kesan yang tersendiri bagi hunian Anda. Selain memberikan kesan eksklusif, batu alam menambah keasrian dan kesejukan rumah , baik itu digunakan sebagai eksterior ataupun interior rumah . Namun, kesan-kesan yang kita inginkan justru bisa sebaliknya jika jenis batu yang akan kita aplikasikan pada rumah Anda tidak tepat.

Untuk pemilihan batu alam kita harus memperhatikan beberapa faktor penting, misalnya jenis dan tekstur batu alam, pola pemasangan dan area dinding yang akan dipasang batu alam. Penggunaan batu alam yang tidak sesuai dengan kondisi ruang yang akan kita pasang akan mengakibatkan kesan yang berbeda. Selain itu, jenis batu alam yang tidak sesuai penempatannya mengakibatkan perawatan yang kita lakukan harus lebih ekstra lagi sehingga biaya akan bertambah besar. Berikut beberapa tips jika ingin mengaplikasikan batu alam di hunian Anda:

1. Perhatikan jenis batu alam
Jenis batu alam dibagi menjadi dua, yaitu solid dan non solid. Jenis batu solid bisa diaplikasikan pada eksterior dan interior rumah Anda. Jenis batu solid memiliki tekstur padat (tidak berpori), antara lain andesit, pacitoroso, bali greenalam, dan sebagainya. Jenis solid lebih tahan terhadap cuaca. Untuk non solid lebih baik jika diaplikasikan pada interior rumah. Contohnya seperti batu paras jogja.

2. Sesuaikan dengan gaya rumah

Untuk rumah bergaya minimalis akan lebih cocok jika menggunakan batu alam dengan tekstur polos dan motif dengan ukuran yang tidak terlalu lebar. Misalnya andesit dengan ukuran 10x20, 15x30 atau 20x40. Untuk rumah besar bergaya mediteran akan lebih baik jika menggunakan batu alam dengan ukuran lebar atau memanjang, baik itu dengan tekstur permukaan polos maupun yang tidak rata.

3. Sesuaikan dengan budget Anda
Harga batu alam bervariasi berdasarkan jenisnya. Untuk itu, Anda akan lebih leluasa memilih batu alam sesuai dengan anggaran Anda.

4. Bahan aplikasi batu alam
Saat ini banyak dijumpai semen yang dikhususkan untuk pemasangan batu alam. Harga semen ini memang relatif lebih mahal, namun hasil pemasangan batu alam menjadi lebih kuat dan maksimal. Bagi Anda yang ingin menghemat anggaran, semen biasa pun juga baik untuk digunakan asalkan rasio adonan semen : pasir kuat, misal 1 : 3 atau 1 : 2 akan lebih baik hasilnya.

5. Pelapis atau coating
Sesuaikan coating dengan jenis batu alam Anda. Untuk jenis batu seperti andesit akan lebih baik jika anda menggunakan coating gloss agar batu tetap tampak natural. Untuk batu jenis paras gunakan coating natural khusus paras. Dan gunakan coating hitam khusus untuk batu candi serta jenis batu lain yang ingin Anda hitamkan. 

Pilih Rumah Baru atau Bekas?


Bila sudah memiliki cukup simpanan untuk membayar uang muka pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) , dapat dipastikan akan ada pertanyaan ini yang muncul di benak Anda: beli rumah baru , atau beli rumah bekas saja ya?

Sampai saat ini, membeli rumah merupakan investasi yang menguntungkan . Sebab, selain bisa disewakan, rumah juga bisa ditempati sendiri bersama keluarga. Bahkan, yang lebih penting adalah bahwa harga rumah selalu terus meningkat dari tahun ke tahun.

Tentang pertanyaan untuk beli rumah baru atau rumah bekas, kini memang Anda dimudahkan dengan adanya fasilitas KPR.

Namun, agar Anda lebih jelas dan pasti dalam keputusan yang dibuat, berikut adalah perbedaan antara rumah baru dan bekas. Apa untungnya dan apa kelemahannya.

Jika beli rumah bekas...

Dibandingkan dengan rumah baru, biasanya harga rumah bekas memang lebih murah. Karena itu, dengan jumlah kredit yang sama Anda bisa saja membeli rumah bekas dengan luas yang lebih besar dibanding dengan rumah yang benar-benar baru. Selain itu, ada beberapa pertimbangannya;

• Lingkungan yang sudah terbentuk
Saat membeli rumah bekas, artinya Anda membeli sebuah rumah yang pernah ditempati oleh pemilik sebelumnya. Karena itu, biasanya rumah bekas berada di lingkungan dengan fasilitas sosial yang sudah lengkap.

Misalnya, ada tetangga di samping rumah Anda. Atau, sudah adanya fasilitas olahraga, atau tempat ibadah di lingkungan tersebut. Hal terpenting, sebelum membelinya Anda bisa bertanya pada penduduk yang tinggal di sekitar rumah Anda tersebut, tentang kondisi rumah yang ingin Anda beli dan lingkungannya.

• Langsung bisa ditempati
Saat membeli rumah bekas, salah satu keuntungan yang bisa Anda dapatkan adalah segala kebutuhan Anda sudah ditangani oleh pemilik lama.

Di sini, maksudnya Anda tidak perlu repot memasang sambungan telepon, jaringan listrik, atau air bersih, agar bisa langsung menempati rumah tersebut.

Selain itu, Anda pun tidak perlu menunggu lama untuk membuat sertifikat rumah. Cukup melakukan balik nama dari sertifikat milik pemilik lama.

• Keamanan bisa dibuktikan
Karena lingkungannya sudah terbentuk, Anda pun dapat bertanya dan mencari tahu tentang kondisi keamanan yang ada di sekitar rumah bekas yang ingin Anda beli. Bahkan, biasanya lingkungan dari rumah tersebut pun biasanya sudah membentuk sistem keamanan keliling (siskamling) sendiri.

• Harus siapkan dana renovasi
Saat membeli rumah bekas, bisa saja Anda mendapatkan rumah yang perlu renovasi. Sebab, karena sudah ditempati, kemungkinan rumah tersebut mengalami kerusakan juga bisa terjadi. Itulah sebabnya, Anda harus menyisihkan dana untuk melakukan renovasi sendiri.

Mengenal Manfaat Pelapis Anti Bocor untuk Properti Anda


Menikmati hujan di dalam kehangatan rumah bersama seluruh sanak-saudara sebenarnya menyenangkan. Hanya, ketika konstruksi rumah mulai bermasalah, Anda menghadapi kemungkinan adanya kebocoran. Jangan biarkan hal tersebut terjadi.

Mulai sekarang, pastikan rumah Anda anti-bocor , salah satu caranya dengan memasang waterproof  (pelapis air). Tidak hanya berfungsi sebagai penghalau rembesnya air dari plafon, waterproof  juga dapat  menghalau rembesan air di dinding.

Berikut ini ragam waterproof yang tersedia di pasaran.

Pada umumnya, ada dua jenis waterproof di pasaran, yaitu jenis membran dan coating. Kedua jenis ini masing-masing  memiliki spesifikasi, kelebihan, serta kekurangannya sendiri.

Waterproof  berjenis membran memiliki bentuk lembaran. Sebenarnya, ada pula yang dijual dalam bentuk gulungan. Baik lembaran maupun gulungan, Anda akan menemukannya  berpermukaan halus, berlapis pasir, serta "waterproofing granule" dengan permukaan berlapis batu.

Jika dilihat dari material pembuatnya, Anda akan menemukan pelapis air fiber yang hanya terdiri atas satu lapisan. Karena hanya satu lapis, maka penahan air jenis ini relatif mudah sobek. Sementara itu, ada pula yang berbahan poliester. Dibandingkan dengan fiber, jenis ini relatif lebih kuat.

Pemasangan waterproof membran dapat diaplikasikan pada permukaan yang bocor dengan cara dipanasi, diolah terlebih dahulu dengan lapisan perekat, atau bahkan hanya tinggal ditempel. Beberapa jenis sudah memiliki bahan perekat.

Selain berjenis membran, ada pula jenis "coating". Seperti istilah penyebutannya, anti-air ini merupakan pelapis yang memiliki metode aplikasi mirip dengan metode aplikasi cat tembok. Bedanya, jika cat tembok hanya dibagi menjadi dua jenis, yaitu cat "indoor" dan cat "outdoor", anti-air ini memiliki tiga jenis.

Jenis pertama berbahan dasar air, jenis kedua berbahan dasar semen, sementara jenis ketiga berbahan dasar solven. Pelapis berbahan dasar air tidak memerlukan persiapan atau bahan pencampur lain. Pemilik rumah dapat langsung menggunakannya pada permukaan yang bocor.

Berbeda dengan anti-air berbahan dasar air yang praktis, kedua jenis lainnya membutuhkan lebih banyak usaha. Contohnya, "waterproof" berbahan dasar semen. Pelapis tersebut umumnya dijual dalam satu paket berisi larutan cair dan bubuk. Sebelum digunakan, kedua bahan tersebut harus dicampur terlebih dahulu.

Jenis terakhir, yaitu "waterproof" berbahan dasar solven, membutuhkan bahan pencampur lain yaitu minyak tanah. Umumnya, "waterproof " ini disebut dengan "flinkute".

Sebelum memilih jenis pelapis anti-air untuk rumah Anda, pertama-tama, pastikan jenis kasus kebocoran yang terjadi. Sebaik-baiknya jenis pelapis yang Anda pilih, jika ternyata tidak cocok dengan keadaan di lapangan, tentu tidak akan mampu menyelesaikan masalah.

Membangun Rumah di Lahan Sempit

Atas peraturan perencanaan yang mengharuskan adanya jarak lahan seluas tiga meter di antara struktur  baru dan tetangganya, sebuah rumah di Hohenecken, Jerman, dibangun hanya dengan ukuran lebar tiga meter.

Rumah tersebut berdiri menggunakan kaki-kaki besi di atas lereng gunung berumput. Dirancang oleh studio lokal, Architekturbüro Scheder, Small House terapit di antara dua bangunan di tepi hutan Hohenecken, di luar kota Kaiserslautern. Pada hunian tersebut, hanya terdapat dua kamar di dalam struktur dengan panjang 12 meter dan lebar hanya 3,5 meter.

Dari jalanan, rumah ini terlihat sebagai sebuah kotak kayu kecil. Namun jika ditelusuri lebih jelas dalam profil skalanya, Small House nampak luas karena adanya perpanjangan pelana asimetris. Para arsitek menggambarkan bentuk ini dengan sebutan "familiar namun aneh".

"Semuanya bergantung pada sudut orang melihat. Di salah satu sudut, rumah ini terlihat kecil dan ringkas. Namun di sudut lainnya rumah akan tampak panjang dan ramping. Sebuah rangkaian ruang dengan impresi spasial berbeda merentangkan mulai dari sempit dan luas, rendah dan tinggi, hingga kecil dan besar," ujar arsitek Small House.

Papan vertikal dari cemara Douglas yang dicat abu menutupi seluruh badan bangunan. Struktur selubung kayu dari Small House ini meminjam penampilan pergudangan. Sementara atap yang terpasang secara asimetris mengikuti kontur lereng bukit.

Podium silinder dari baja galvanis yang kokoh mengangkat permukaan depan rumah sejajar dengan tanah di bagian belakang. Podium ini digunakan sebagai ruang serba guna dan lokasi penyimpanan.

“Jendela lanskap yang diatur dalam dua atap pelana berakhir pada kerangka pemandangan hutan dan properti yang berdekatan. Sedangkan fasad yang menghadap jalan sama sekali tak berjendela,” lanjut mereka.

Interior pun diselesaikan secara sederhana hanya dengan dinding papan serat bercat putih dan lantai maple pucat. Sebuah tangga dengan anak tangga terbuka dan tapak kayu ringan yang sesuai  mengarah dari dapur terbuka dan ruang tamu ke kamar tidur dan kamar mandi di lantai atas.

“Sebuah jendela besar dan pintu kaca membentuk dinding belakang ruang tamu dan membuat pintu masuk bangunan. Paving berlubang dipasang mengelilingi bangunan, namun penanaman sendiri akan tumbuh melalui celah-celah untuk berbaur dengan rumput di sekitarnya,” tandas mereka.

Alih-alih bertugas membuat sebuah bangunan di plot sempit, arsitek justru mendapatkan ide ini ketika bekerja pada properti di seberang jalan. Mereka kemudian melakukan pendanaan melalui pengembang swasta untuk membuatnya. Namun hingga kini, rumah tersebut akhirnya tak ditempati.

Tips Menjadi Broker Properti Sukses


Seperti profesi lain, jadi broker Properti juga butuh proses jadi sukses. Prinsip-prinsip seperti kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas perlu dipegang setiap orang yang ingin sukses di bisnis properti , termasuk jadi broker properti. Siapapun anda, apakah tertarik atau belum untuk jadi broker properti, mungkin bisa menerapkan sebagian atau seluruh tips berikut, dalam bisnis, profesi dan karir anda.

Tips pertama adalah Mulai pahami, apa itu properti. Sering kali kita latah menyebut kata properti, tapi tidak mengetahui apa saja yang termasuk dalam properti. padahal kita sering kali berhubungan dengan properti, dengan atau tanpa kita sadari. Ketika kita bicara properti, maka didalamnya termasuk tanah, gudang, rumah, apartemen, ruko, kos-kosan, pabrik, SPBU, hotel, dll. Jadi tanah dan semua yang berdiri di atasnya bisa kita sebut sebagai properti. Ketika nyebut properti, mungkin awalnya kita akan berpikir, batasannya hanya rumah, ruko dan kos-kosan. Itulah yang terjadi dengan saya pada awalnya, namun ketika saya mulai masuk ke properti, saya mulai paham bahwa banyak sekali properti dan bisnis yang ada di atasnya. Memahami properti tentu tidak bisa hanya berdasarkan teori. Kita perlu praktek, berdiskusi, mempromosikan dan terlibat memahami lebih lanjut.

Tips kedua Cobalah bertransaksi properti. Jika memungkinkan anda bisa bertransaksi sendiri, atau seolah-olah anda akan bertransaksi. ini juga jadi pengalaman menarik, karena anda akan dikenalkan istilah yang anda belum pahami sebelumnya. Ketika saya bertransaksi properti pertama kali, saya beli rumah seharga 14 juta rupiah. Disana saya mulai kenal Notaris, untuk mengesahkan proses jual beli saya dengan Pengikatan dan Akta Jual Beli (AJB). Ketika saya bertransaksi properti yang lebih besar, saya mulai kenal pajak untuk penjual maupun pembeli. Ada istilah PPH untuk penjual dan BPHTB untuk pembeli. Ketika anda jadi broker properti, istilah-istilah tersebut perlu anda pahami terlebih dahulu.

Tips ketiga: Cobalah jadi Refferal. Sebelum anda berprofesi sebagai broker profesional, anda bisa menjadi Refferral alias bekerjasama dengan broker properti profesional dari International Brand seperti Century21, Ray White, ERA atau lainnya. Dengan kerjasama, anda bisa dapat ilmu dari partner anda tersebut. anda juga tidak harus meluangkan waktu terlalu lama, ketika anda baru memulai dan belum bisa mengharapkan penghasilan tetap dari profesi ini. Dengan jadi Refferal, anda hanya perlu, menemukan properti yang dijual, owner dan mempertemukan dengan partner yang broker profesional. Jadi anda bisa mendengar, apa yang dibicarakan sang Broker Profesional dan owner. Anda  bisa dapat ilmu gratis bukan??

Tips keempat: Bergabunglah dengan perusahaan Broker Properti. Ada International Brand dan ada Local Brand. Saya pribadi di Century21 Hebat Group berkantor di Ruko Casagrande Jogja, dan belajar bersama sahabat broker Century21 lainnya. Setiap Brand akan berikan training, untuk bekali anda berbagai aspek pengetahuan di properti, sehingga anda layak bertemu dengan owner, buyer serta pihak lain yang akan bantu transaksi anda seperti notaris dan pihak perbankan.

Tips kelima: Perbanyak Listing. Seperti halnya bisnis lain, jadi Broker Properti menjual produk atau jasa. Nah produk kita rumah, kos-kosan, ruko, pabrik, SPBU dll. jadi mulai sekarang, pasang mata dan telinga, untuk memiliki dan perbanyak barang dagangan. Ketika tahu ada properti dijual , pompa keberanian anda, temui mereka. Bertanyalah seolah-olah anda pembeli yang sangat ingin tahu detil propertinya, lalu sampaikan dengan sopan, jasa anda membantu menjualkan properti mereka, agar terjual lebih cepat.

Tips keenam: Perbanyak kawan. Perbanyaklah kawan, yang tahu profesi baru anda. seringkali kawan adalah orang yang akan beri kita informasi gratis maupun mereka sebagai Refferal kita. Anda bisa perbanyak kawan dengan ikut kegiatan sosial, komunitas, pasang iklan di koran, internet, sosial media dan seabrek cara lainnya. Yang jelas ketika anda banyak kawan, semakin banyak potensial owner, buyer dan refferal yang akan mengenal anda berprofesi sebagai Broker Properti Profesional .

Tips ketujuh
 justru terpenting adalah Jaga semangat Anda. Banyak orang masuk sebuah profesi atau bisnis, dan bayangkan manisnya income atau bonus. Cukup banyak di antara mereka, yang lupa hukum proses. Hukum yang menuntut kita menanam sesuatu sebelum menuai hasilnya.