Kamis, 29 September 2016

Rumah Tua ini Disulap Menjadi Rumah Modern & Ramah Lingkungan



Salah satu yang menarik dari sebuah renovasi yang dilakukan oleh arsitek Hedderman dalam membangun ulang rumah yang berusia lebih dari 80 tahun ini adalah bentuknya yang sangat simpel, namun memiliki nilai fungsi yang sangat baik untuk lingkungan.

Sang arsitek dengan sengaja menyulap rumah yang sudah pernah melewati fase perang dunia ini dengan menggunakan tembok berbahan kaca agar pencahayaan sinar matahari dapat maksimal ke dalam rumah.




Alhasil, rumah tersebut memiliki keunggulan dalam sumber cahaya beserta dapat berfungsi kembali layaknya rumah baru. Sang arsitek dengan sengaja menggunakan pendekatan minimalis agar pemilik rumah dapat menikmati alam terbuka di sekitar lingkungan tersebut sehingga rumah tersebut dinilai hijau dan ramah lingkungan.

Berawal Dari Eksperimen, Alhasil Rumah ini Memiliki Sejuta Keindahan Alam



Sebuah rumah yang berukuran kecil yang terletak di Austria, memiliki keuntungan yang tidak ternilai. Pasalnya, rumah tersebut awalnya hanya sebuah eksperimen kecil dari sebuah studi yang dilakukan oleh mahasiswa Slovenia untuk menggunakan bahan serta material baru untuk membangun rumah.

Alhasil, rumah tersebut berhasil dibangun lengkap dengan sejuta keindahan alam pegunungan Alpen. Untuk memaksimalkan fungsi rumah, para mahasiswa tersebut dengan sengaja membuat sebuah teras yang menghadap langsung ke pegunungan, serta yakuzi yang sangat nyaman untuk para penghuninya.




Mungkin inilah sebuah berkah bagi para peneliti tersebut sebagai buah hasil dari bentuk gigihnya terhadap penelitiannya yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Sungguh sangat menarik dan indah bukan?

Rabu, 28 September 2016

Tidak Memiliki Tempat Tinggal, Pasangan ini Menikmati Hidupnya di Mobil Karavan



Tanpa harus membayar biaya sewa bangunan dan sebagainya, pasangan muda asal Amerika Serikat, Brooke dan Jason hingga saat ini memiliki tempat tinggal bersama di sebuah mobil Toyota Camper milik mereka berdua.

Awalnya, mobil tersebut mereka beli hanya sekadar untuk berjalan-jalan di beberapa kota terdekat. Karena terlalu asyik mengendarai kendaraan tersebut, alhasil keduanya memutuskan untuk tinggal di dalam mobil ke mana pun dan di mana pun mereka berada.




Di dalam mobilnya tersebut, terdapat sebuah kasur besar yang dapat berubah fungsi menjadi sebuah sofa. Di bagian samping sofa, terdapat sebuah lemari yang terbuat dari bambu sehingga memiliki beban yang sangat ringan. Selain itu, pada bagian belakang terdapat sebuah kamar mandi kecil lengkap dengan berbagai aksesoris keperluan sehari-hari. Bagaimana? Anda tertarik seperti mereka?

Sumber: www.citragran.com 

Dua Buah Garasi ini Disulap Menjadi Hunian Menarik & Nyaman



Awalnya, dua buah garasi ini diabaikan oleh sang pemiliknya karena usaha toko bunganya yang sudah bangkrut di tahun 2001. Bangunan tersebut hanya menyisakan 3 buah pohon di depannya, beserta berbagai memori sang pemilik bangunan.

Namun, tidak disangka sang pemilik rumah pun melihat adanya kesempatan yang dapat menguntungkan. Alih-alih ingin memanfaatkan kembali fungsi bangunan, alhasil pemilik rumah pun menyulap dua garasi tersebut menjadi sebuah rumah yang sangat menarik, modern, dan nyaman untuk dihuni.




Dengan sentuhan tangan tim arsitek Roundabout Studio, rumah tersebut direnovasi ulang dengan menambah bagian dua lantai secara vertikal sehingga rumah pun tampak lebih besar dan leluasa. Tim arsitek secara sengaja memasang beberapa kaca besar, yang memiliki fungsi utama sebagai sumber pencayahaan alami dari matahari. Sang pemilik bangunan pun, kini dapat menikmati sensasi yang berbeda dari dua buah garasi yang telah beralihfungsi tersebut. Sangat menarik bukan?

Berlapiskan Kaca, Rumah ini Memiliki Pencahayaan Yang Sempurna



Rumah yang berusia 150 tahun asal Brooklyn, Amerika Serikat ini memiliki berbagai lapisan kaca pada bagian ruang tengah dan halaman sehingga mendapatkan pencahayaan matahari yang sempurna dan maksimal.

Pasangan muda yang memiliki rumah tersebut awalnya sangat frustasi dengan keadaan rumah sebelum melakukan renovasi. Bayangkan saja, rumah tersebut berusia lebih dari satu setengah abad dengan kondisi atap yang rapuh dan dinding yang serba retak. Namun, dengan kemampuan sang arsitek ternama asal New York, rumah tersebut berubah menjadi sebuah hunian yang nyaman bagaikan istana modern.




Dengan melakukan pembaharuan di setiap lapisan dindingnya, rumah tersebut menjadi kokoh dan kuat dibandingkan dengan sebelumnya. Selain itu, agar rumah tersebut hemat energi, pemilik rumah dengan sengaja meminta agar tim arsitek menambahkan lapisan kaca pada bagian atap agar tidak memerlukan lampu yang cukup banyak sehingga rumah pun tetap terang dengan cahaya matahari. Keputusan yang sangat bijak bukan?

Sumber: www.citragran.com 

Bermodalkan Kerat Wine Bekas, Dekorasi Kafe ini Menjadi Suguhan Menarik Para Pengunjungnya



Sebuah kafe yang terletak di Kota Zaporizhia, Ukraina memilik nilai keunikan tersendiri dibandingkan dengan kafe-kafe lainnya. Pasalnya, kafe tersebut memiliki dekorasi yang sangat unik yakni dengan menggunakan kerta wine bekas sehingga menjadi nilai seni di setiap sudut ruangan kafe tersebut.



Sang arsitek dengan sengaja menggunakan kerat wine bekas tersebut agar memiliki nilai fungsi yang baik sehingga dinilai bangunan tersebut ramah lingkungan terhadap sekitarnya. Selain itu, menariknya lagi di setiap sudut kafe tersebut diletakkan beberapa tanaman kecil agar para pengunjung nyaman dan tetap sejuk sembari ngopi di setiap harinya.




Dengan kombinasi pendekatan industrial dan minimalis, tentu saja kafe tersebut memiliki perbedaan yang menonjol dibandingkan dengan kafe pada umumnya. Alhasil, para pengunjung pun tidak hanya menikmati secangkir kopi saja, tetapi dapat menikmati sentuhan seni dari berbagai kerat wine bekas tersebut. Sangat unik bukan?

Sumber: www.citragran.com 

Rabu, 14 September 2016

Terbuat Dari Beton, Rumah asal Brazil ini Ramah Lingkungan


Bagaimana bisa sebuah bangunan yang terbuat dari beton berdampak baik terhadap lingkungan? Jangan salah, sebuah rumah yang terletak di Sao Paulo, Brazil ini tentunya tetap ramah pada lingkungan sekitar.



Pasalnya, rumah tersebut tetap mempertahankan ekosistem di sekitar wilayah perumahan tersebut sehingga dinilai tidak mengganggu sedikitpun keseimbangan alamnya. Selain itu, pasangan yang memiliki rumah tersebut meminta agar huniannya tersebut semi terbuka dengan lingkungan sekitar. Alhasil, rumah tersebut dapat beradaptasi dengan baik dengan kekayaan alam di sekitar pekarangan perumahan tersebut.




Dapat beradaptasi dengan lingkungan merupakan kunci utama sang arsitek dalam membangun rumah tersebut. Sehingga, dengan dapat beradaptasi dengan baik dengan lingkungan, berbagai energi positif pun dapat kita dapatkan secara otomatis sehingga kebaikan alam pun akan mendukung berbagai aktivitas kita di dalam rumah. Sangat inspiratif bukan?