Kamis, 18 Agustus 2016

Langkah Hemat Energi di Kamar Tidur





Penghematan energi bisa dimulai dari mana saja, termasuk dari rumah sendiri. Menghemat energi tidak hanya secara tidak langsung membuat dampak positif terhadap lingkungan, tapi juga berdampak pada pengeluaran rumah tangga.

Untuk memulai langkah hemat energi di rumah, bisa dimulai dari kamar tidur. Seperti apa? Berikut penjelasannya..

Tanam beberapa tumbuhan
Agar kamar Anda menjadi lebih segar dan hijau, mengapa Anda tidak mencoba untuk menanam beberapa tanaman di dalam kamar. Dengan menanam beberapa tumbuhan dapat meningkatkan kualitas udara di dalam kamar Anda.

Gunakan cat yang ramah lingkungan
Cat yang terbuat dari bahan ramah lingkungan membuat Anda jauh lebih sehat.

Kreatif menata kamar
Jangan terburu untuk membuang furnitur lama Anda. Kembangkan kreativitas Anda, daur ulang apa yang bisa di daur ulang. Dengan begitu Anda dapat menekan pengeluaran untuk membeli furnitur baru.

Menggunakan sprai berbahan organik
Seprai berbahan katun mudah sangat mudah menyerap serangga. Sebaiknya gunakan sprai berbahan organik agar lebih sehat.




Gunakan bahan wol, bukan polyster
Jika Anda dihadapkan pada pilihan antara bahan wol atau polyster untuk selimut, pilihlah wol. Karena wol lebih ramah lingkungan untuk diproduksi.

Tips Merawat Tanaman Rambat


Agar tanaman Anda terlihat menarik Anda harus merawat tanaman-tanaman tersebut dengan baik dan benar. Berikut langkah-langkah perawatan tanaman rambat yang baik dan benar.

Pertama, saat merawat tanaman rambat. Anda perlu melakukan pemangkasan secara rutin pada cabang yang tidak diperlukan. Tujuannya agar hasilkan rambatan tanaman lebih lebat dan tumbuh secara merata.

Hindari pemangkasan batang utama karean tanaman akan cepat mati. Potong batang samping untuk hasil yang maksimal.



Lakukan penyiraman secara berkala sesuai kelembapan dan cuaca. Potong daun tanaman yang telah kering atau terkena penyakit.


Lakukan pengawasan yang teratur pada media tanam untuk penyeimbangan unsur hara media tanam. Unsure hara yang ideal adalah tanah subur, humus, sekam bakar dengan komposisi 50:30:20.

Jumat, 29 Juli 2016

Resep Merancang Taman yang Tahan Lama


Iklim mulai berubah dan alam pun beradaptasi menghadapi perubahannya. Namun, siapkah taman di rumah Anda melakukan hal serupa?
Kontributor Houzz, Benjamin Vogt memberikan panduan yang relatif mudah untuk mendesain taman di halaman rumah Anda. Di mana pun Anda berada, cara Vogt bisa membantu Anda mendapatkan taman yang tampil cantik.

Pertama, minimalkan rumput di halaman rumah Anda. Agar tampil cantik, rumput membutuhkan air dan perawatan yang konstan.
Namun, terlalu banyak air juga tidak serta-merta menyuburkan rumput di halaman. Hujan yang sering turun menyebabkan genangan air dan bahkan banjir membuat perawatan rumput semakin sulit dilakukan.
Ingat, untuk menjaga taman Anda tahan lama, Anda juga perlu yakin akan pendanaannya. Memiliki taman yang rumit perawatannya hanya membuat Anda harus mengeluarkan biaya semakin besar.

Kedua, gunakan tanaman-tanaman yang memang berasal dari daerah Anda. Tanaman semacam ini relatif tahan dengan perubahan iklim yang terjadi di daerah Anda.



Ketiga, jangan hanya menanam berbagai tanaman untuk saat ini. Tanam juga dengan pertimbangan akan masa depan. Vogt mengungkapkan, pohon dan bunga-bungaan yang hanya tahan pada satu lokasi tertentu kemungkinan tidak akan bertahan dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.

Keempat, pastikan Anda memilih berbagai jenis tanaman. Menurut Vogt, jika Anda memilih berbagai jenis pepohonan dan tanaman perennial, Anda membantu taman Anda sendiri bertahan terhadap hama yang mungkin akan menyerang di amasa depan. Selain itu, Vogt juga menambahkan bahwa memilih berbagai jenis tanaman juga bisa membuat taman Anda tampak unik.

Kelima, teruslah menanam dan teruslah beradaptasi. Vogt menyarankan Anda untuk menggunakan cara-cara ramah lingkungan untuk merawat taman Anda. Cobalah mengumpulkan air hujan untuk menyiram tanaman di taman Anda.


Kemudian, gunakan pupuk kompos dan hindari pupuk kimia. Taman yang kuat bertahan bisa dimulai dari tanah sehat pula.

Tips Agar Rumput Taman Anda Tak Jadi Ilalang


Area halaman rumah akan tampak indah bila ditumbuhi rerumputan. Namun, Anda perlu tenaga ekstra untuk selalu memangkasnya sebelum halaman rumah Anda terlihat seperti kebun ilalang.

Agar rumput di halaman rumah Anda tidak tumbuh begitu cepat, Anda perlu memperlambat proses tumbuhnya rumput tersebut. Caranya mudah, simak berikut ini:

- Larutkan garam ke dalam air dengan perbandingan 2:1.
- Semprotkan cairan air garam tersebut pada rumput yang baru dipangkas.

Nah, kini proses pertumbuhan rumput akan lebih lambat dari sebelumnya. Anda tak perlu lagi sering-sering memangkasnya.


Trik Mudah Hemat Air di Rumah Anda


Cuaca, bahkan musim, kini sudah sulit diprediksi. Tingginya curah hujan di beberapa titik daerah di Indonesia sangat kontras dengan kekeringan yang terjadi di titik-titik lain dalam waktu bersamaan. Sebelum terlambat, tidak ada salahnya menghemat penggunaan air di rumah Anda. Berikut ini beberapa cara menghemat air yang disampaikan oleh Julie Kim, kontributor Houzz, seorang desainer.
Pertama-tama, Kim mengajak Anda mengurangi jumlah air untuk menyiram tanaman. Dia mengutip Perwakilan Departemen Pekerjaan Publik Los Angeles Ria Gonzalez. Menurut Gonzalez, cara paling efektif untuk menghemat penggunaan air di rumah adalah mengurangi frekuensi Anda menyiram tanaman.

Cobalah menyiram tanaman sebelum sinar matahari menerangi seluruh kota. Anda bisa menyiram tanaman di malam hari atau sebelum pukul 6.00 pagi. Selain itu, gunakan air secukupnya.
Strategi ini membuat air yang Anda gunakan untuk menyiram tidak menguap karena terik matahari. Selain itu, menyiram dengan air secukupnya pun membuat tanaman mendapatkan asupan yang cukup, tidak terlalu banyak yang justru menyebabkan kebusukan.

Kedua, periksa adanya kerusakaan atau mampat pada kepala selang dan semprotan air otomatis (water sprinkler). Setelah yakin tidak ada kerusakan, arahkan semprotan langsung ke tanaman. Hindari mengarahkan ke teras atau area parkir. Cukup arahkan pada bagian yang penting.



Ketiga, periksa juga kerusakan atau kebocoran yang ada pada kamar mandi dan wastafel. Membiarkan kebocoran kecil hanya menunda dan menumpuk masalah. Selesaikan masalah-masalah kecil tersebut sesegera mungkin. Kim mengungkapkan, kebocoran pada toilet bisa berujung pada terbuangnya 757 liter air per hari.

Keempat, gunakan alat-alat hemat air. Sekarang ini sudah tersedia mesin cuci hemat air, kepala selang dan water sprinkler hemat air, serta kendali cerdas irigasi untuk tanaman di kebun Anda. Gunakan alat-alat ini untuk menghemat penggunaan air.

Kelima, tukar tanaman di pekarangan Anda dengan tanaman-tanaman yang hanya sedikit membutuhkan air.

Inilah Tanaman yang Tak Repot Perawatannya


Tanaman memiliki fungsi yang penting dalam sebuah hunian. Tidak hanya sebagai penghijauan, tetapi tanaman juga bisa menjadi hiasan.

Namun untuk menjaga tanaman tetapi hidup, perlu penanganan khusus. Tidak heran bila tanaman yang sudah dibeli khusus, namun bisa mati karena perawatannya tidak tepat.

Bagi penghuni yang ingin interior rumahnya tetap terlihat "hijau" tetapi tidak mau repot mengurusnya, bisa kok. Dengan catatan, tanaman yang dipilih harus tepat penempatannya.
Apa saja tanaman yang perawatannya tidak pakai repot? Berikut ulasannya.

Golden pothos vine (Epipremnum pinnatum 'aureum')
Tanaman yang satu ini merupakan jenis yang paling banyak digunakan bagi pemilik rumah yang tidak punya banyak waktu. Sebab, tanaman rambat ini bisa bertahan dengan pengairan yang relatif sedikit. Bahkan bisa tanaman berdaun hijau kekuningan ini bisa tumbuh sangat lebat dengan perawatan yang minim.

Pider (Chlorophytum)
Tanaman berdaun melengkung ini bisa dengan mudah hidup di pot. Tanaman ini cepat tumbuh dan tidak terlalu sensitif atas air, cahaya dan suhu.

Lidah Mertua (S. trifasciata laurentii)
Tanaman ini memiliki sejumlah manfaat, antara lain mengurangi radiasi komputer. Soal penyiraman, si Lidah Mertua tidak membutuhkan banyak air. Asalkan tanaman ini diberi pencahayaan matahari yang lebih.




Dracaena
Tanaman yang satu ini memiliki banyak spesies. Tanaman ini dengan mudah tumbuh, tanpa membutuhkan penyiraman secara konsisten. Jika sudah tumbuh lebat, tanaman ini juga dengan mudah dipisahkan untuk ditanam kembali.

Bromeliads
Tanaman ini sangat cantik untuk dipajang di rumah. Karena coraknya yang berwarna terang. Cukup letakkan di tempat yang terkena sinar matahari dan sesekali diberi penyiraman.

Kaktus
Pohon kaktus juga terkenal dengan perawatan yang minim. Saat ini, kaktus pun sudah banyak dijual bebas. Jangan diberi air yang banyak, untuk jenis kaktus tertentu justru bisa mati bila terlalu banyak air.

Cara Agar Hunian Anda Lebih Ramah Lingkungan


Membangun hunian baru merupakan saat yang tepat untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip ramah lingkungan ke dalam tempat tinggal Anda. Sebuah hunian yang hijau dan ramah lingkungan akan membuat Anda lebih betah dan membuatnya lebih laku jika akan Anda jual kelak. Biaya perawatan hunian ramah lingkungan biasanya juga lebih murah dalam jangka panjang.
Berikut adalah beberapa cara yang Anda bisa lakukan agar hunian kesayangan Anda makin ramah lingkungan.

Perbaiki jendela dan pintu
Perbaiki jendela dan pintu yang bocor jika Anda menggunakan pendingin udara di rumah. Dengan memberikan penyekatan yang lebih baik di celah pintu dan jendela, Anda bisa menghemat energi.

Pasang kipas angin
Daripada memasang AC, Anda bisa menggunakan kipas angin, karena jejak karbon Anda akan lebih minimal. Harga kipas angin juga lebih murah daripada AC. Dan biaya operasional dan perawatannya juga lebih rendah.

Gunakan lampu hemat energi
Lampu fluorescent akan menghabiskan energi lebih sedikit dan jangka penggunaannya lebih lama daripada lampu model lama. Meski mahal, dalam jangka panjang konsumsi energi Anda akan lebih sedikit, dan biayanya malah lebih murah.

Tanam pohon di rumah
Lansekap yang baik penting artinya agar rumah lebih bersahabat dengan alam. Pohon dan semak yang lebat akan menyejukkan hawa di rumah Anda, sehingga penggunaan AC atau kipas angin bisa dikurangi di hari yang gerah.

Gunakan peralatan RT yang hemat energi
Carilah peralatan RT yang berlabel “Energy Star”, yang artinya adalah alat tersebut mengkonsumsi energi lebih sedikit daripada jenis lain yang tidak memiliki label itu. Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan alat RT ini juga lebih rendah.



Buat ventilasi yang lancar
Di negeri tropis ini, sering hawa panas menjadi musuh utama kita. Namun, sebenarnya tidak diperlukan AC atau kipas angin jika Anda sudah memiliki ventilasi yang berfungsi lancar. Pertinggi atap dan langit-langit rumah dan perluas ruang tamu atau keluarga tempat banyak orang berkumpul karena sirkulasi akan lebih lancar.

Beralih ke sumber energi terbarukan
Alih-alih hanya bergantung pada sumber energi fosil seperti BBM dan batubara, cobalah perlahan-lahan berpindah ke sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan seperti tenaga sinar matahari, tenaga air atau angin jika di lingkungan sekitar Anda banyak potensi tenaga tersebut.

Selalu rawat dan perbarui sistem pendingin hunian
Entah itu kipas angin, AC, atau ventilasi, jangan abaikan perawatannya. Semua yang tidak terawat akan berfungsi kurang maksimal.